Longsor Jalur Pedestrian SeCAWAN Depok Kian Melebar, Warga Minta Penanganan Segera

AZL
Penampakan longsor yang kian memanjang di jalur pedestrian kawasan Taman SeCAWAN, Kota Depok, Selasa (02/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kondisi longsor yang terjadi di jalur pedestrian kawasan Taman Sungai Elok, Cantik dan Menawan (SeCAWAN), Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, semakin mengkhawatirkan.

Kerusakan yang sebelumnya hanya terjadi pada satu titik kini terus meluas dan berpotensi mengancam keselamatan pejalan kaki maupun pengendara yang melintas di sekitar lokasi.

Hingga Selasa (02/06/2026), belum terlihat adanya penanganan permanen terhadap longsoran tersebut.

Area yang terdampak memang telah dipasangi garis polisi serta papan peringatan, namun kondisi tanah yang terus bergerak membuat warga khawatir kerusakan akan semakin parah apabila tidak segera ditangani.

Berdasarkan pantauan di lokasi, retakan tanah terlihat memanjang dari titik longsor awal.

Beberapa bagian jalur pedestrian bahkan tampak miring dan mulai mengalami penurunan ke arah aliran sungai.

Kondisi ini membuat sebagian area tidak lagi aman digunakan masyarakat.

Retakan Tanah Terus Bertambah Panjang

Warga sekitar mengungkapkan bahwa perkembangan longsoran cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Retakan yang awalnya hanya berada di sekitar titik longsor kini menjalar hingga beberapa meter ke sisi jalur pedestrian.

Salah seorang warga, Ripal, mengatakan kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena hingga kini belum ada pekerjaan perbaikan permanen yang dilakukan.

“Karena ini cuma di line pembatas doang takutnya membahayakan pengguna jalan. Terus kalau hujan lagi ntar ya tambah panjang lagi, tambah ke dalam lagi longsorannya,” ujar Ripal saat ditemui di lokasi, Selasa (02/06/2026).

Menurutnya, pemasangan garis pembatas memang penting untuk mencegah masyarakat mendekati area berbahaya.

Namun langkah tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan belum menyelesaikan akar permasalahan.

Warga khawatir intensitas hujan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan dapat mempercepat pergerakan tanah dan memperluas area longsoran.

Jalur Pedestrian Tidak Lagi Aman Digunakan

Kawasan SeCAWAN selama ini menjadi salah satu ruang publik yang cukup ramai dikunjungi masyarakat.

Selain digunakan sebagai jalur pejalan kaki, area tersebut juga kerap dimanfaatkan warga untuk berolahraga maupun bersantai di sekitar bantaran sungai.

Namun sejak longsor terjadi, sebagian masyarakat memilih menghindari jalur tersebut karena khawatir tanah di sekitarnya ikut ambles sewaktu-waktu.

Berdasarkan pengamatan warga, retakan tanah saat ini telah menjalar hingga sekitar tujuh meter dari lokasi longsor pertama.

Kondisi itu menyebabkan sebagian besar jalur pedestrian kehilangan fungsi dan tidak lagi memberikan rasa aman bagi pengguna.

Keberadaan tebing yang berbatasan langsung dengan sungai juga menambah risiko apabila longsoran terus berkembang tanpa adanya penanganan yang memadai.

Hampir Sebulan Belum Ada Perbaikan Permanen

Longsor di jalur pedestrian kawasan SeCAWAN tersebut diketahui telah terjadi hampir satu bulan lalu.

Namun hingga kini upaya penanganan masih terbatas pada pemasangan terpal, garis pembatas, serta papan peringatan bagi masyarakat.

Warga menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi ancaman longsor susulan.

Mereka berharap pemerintah segera melakukan kajian teknis dan mempercepat pembangunan konstruksi penahan tebing agar kerusakan tidak terus meluas.

Menurut Ripal, semakin lama longsor dibiarkan, semakin besar pula risiko yang harus dihadapi masyarakat.

“Harapannya mudah-mudahan cepat diperbaiki, biar pejalan kaki bisa normal lagi jalannya. Kalau begini doang kan pasti pejalan kaki juga enggak berani buat lewat,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan jalur pedestrian yang aman sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi salah satu fasilitas publik yang menunjang aktivitas sehari-hari warga sekitar.

Minim Penerangan Tingkatkan Risiko Kecelakaan

Selain longsoran yang terus melebar, warga juga menyoroti kondisi penerangan di sekitar lokasi yang dinilai masih kurang memadai.

Pada malam hari, area tersebut terlihat cukup gelap sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Minimnya pencahayaan membuat pengguna jalan berpotensi tidak menyadari keberadaan retakan maupun area longsor, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melintas di kawasan tersebut.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena posisi longsor berada tidak jauh dari jalur yang masih digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

“Karena kalau malam juga kan gelap di sekitaran sini, jadi berbahaya lah kalau terus dibiarin buat para pengguna jalan,” tambah Ripal.

Warga berharap selain melakukan perbaikan fisik terhadap jalur pedestrian dan tebing sungai, pemerintah juga dapat menambah fasilitas penerangan di sekitar lokasi guna meningkatkan keselamatan masyarakat.

Warga Minta Penguatan Tebing Segera Dilakukan

Masyarakat menilai penanganan longsor tidak cukup hanya dengan memperbaiki jalur pedestrian yang rusak.

Penguatan struktur tebing dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Karakteristik wilayah yang berada di bantaran sungai membuat kawasan tersebut rentan mengalami erosi apabila tidak dilengkapi sistem perlindungan yang memadai.

Karena itu, pembangunan turap atau konstruksi penahan tanah dianggap menjadi solusi jangka panjang yang perlu segera direalisasikan.

Warga berharap Pemerintah Kota Depok bersama dinas terkait dapat segera mengambil langkah konkret agar kerusakan tidak semakin meluas.

Selain mengembalikan fungsi fasilitas publik, penanganan cepat juga diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kawasan SeCAWAN.

Dengan perbaikan menyeluruh, penguatan tebing, serta peningkatan fasilitas pendukung seperti penerangan jalan, kawasan Taman SeCAWAN diharapkan dapat kembali menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa rasa khawatir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *