Aksi Nyata Warga Cimanggis Depok, Bersihkan Saluran Demi Cegah Banjir Berulang
adainfo.id – Hujan lebat yang mengguyur Kota Depok beberapa waktu lalu menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk lima RT di RW 10 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.
Kondisi ini diperparah oleh buruknya aliran drainase yang tidak mampu menampung debit air secara optimal.
Kejadian itu mendorong warga bersama pemerintah setempat melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan saluran air yang tersumbat.
Camat Cimanggis, Rahmat Maulana, menyampaikan bahwa banjir tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan berdampak cukup luas di wilayahnya.
“Sebenarnya ini inisiatif dari warga, saya hanya mensupport kegiatan warga. Pada 21 Maret, hari pertama lebaran itu hujan cukup besar dan mengakibatkan banjir,” ujar Pache sapaannya, Sabtu (18/04/2026).
Menurutnya, terdapat sekitar lima kelurahan di Kecamatan Cimanggis yang terdampak banjir dengan skala cukup besar, sehingga diperlukan langkah cepat untuk mengurangi dampaknya.
Saluran Tersumbat Jadi Pemicu Utama
Selain faktor cuaca ekstrem, penyebab lain yang memperparah banjir adalah tersumbatnya saluran air oleh puing-puing bekas pembongkaran bangunan liar di akses Universitas Indonesia (UI).
Material sisa bongkaran tersebut menutup jalur air dan menghambat aliran, sehingga air meluap ke permukiman warga.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Pache menegaskan pentingnya menjaga fungsi saluran air agar tidak terganggu oleh aktivitas pembangunan yang melanggar aturan.
“Kita upayakan bagaimana supaya aliran air ini bisa mengalir, tidak terhambat dan tidak juga menyebabkan banjir. Mungkin hari ini kita tidak menyelesaikan masalah banjir, tetapi kita akan terus berupaya supaya dampak dari banjirnya tidak sebesar seperti kemarin,” paparnya.
Ia juga menyoroti adanya bangunan yang berdiri di atas saluran air turut memperburuk kondisi drainase di wilayah tersebut.
“Tadi kita lihat memang ada sumbatan-sumbatan, terus kemudian ada beberapa bangunan yang berdiri di atas saluran. Saya minta dari pihak Kelurahan bersurat ke pak RW 10, termasuk sebelah tadi ada RW 9 juga, minta dilakukan pembongkaran secara mandiri,” ucapnya.
Lima RT Terdampak Banjir Setinggi Lutut
Ketua RW 10 Wagiman mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi sebelumnya merendam sedikitnya lima RT dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Kondisi ini cukup mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kekhawatiran jika tidak segera ditangani.
“Mulai dari RT 05, RT 09, RT 10, dan RT 12 terendam banjir se-dengkul. Dan hari ini kita lakukan gotong royong bersama warga dan pak Camat,” kata Wagiman.
Ia berharap kegiatan gotong royong ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Selain membersihkan saluran air, upaya lain yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat.
Edukasi itu agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan serta tak melakukan aktivitas yang melanggar aturan, seperti mendirikan bangunan di atas saluran air.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Permasalahan Lingkungan Bisa Diatasi Bersama
Wagiman optimistis bahwa dengan kerja sama antara warga dan pemerintah, kondisi lingkungan dapat semakin tertata.
“Insyaallah nanti memberikan solusi-solusi kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah, tidak lagi memanfaatkan hal-hal yang melanggar aturan, Insyaallah bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Camat Cimanggis yang turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan warga.
“Alhamdulillah pak camat luar biasa, melebihi warga kami, blusukan kemana-mana, semoga menjadi barokah. Semoga akhir aliran air sudah lancar, semoga hujannya bisa tertampung,” tutupnya.
Upaya kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah ini menjadi langkah konkret dalam mitigasi banjir di wilayah Cimanggis.
Sekaligus memperkuat kesadaran pentingnya menjaga lingkungan demi mengurangi risiko bencana di masa mendatang.












