Penguatan Posyandu di Depok Digenjot, Deteksi Dini Kesehatan Balita Jadi Prioritas Utama

ARY
Ilustrasi deteksi dini kesehatan balita di Kota Depok. (Foto: AndreyPopov/Getty Images)

adainfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperkuat layanan posyandu sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesehatan balita melalui deteksi dini berbagai penyakit di tingkat lingkungan.

Langkah ini ditegaskan dalam peresmian fasilitas posyandu baru di kawasan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, yang menjadi bagian dari komitmen peningkatan layanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Penguatan posyandu dinilai menjadi langkah penting dalam sistem kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjangkau kelompok balita yang membutuhkan pemantauan rutin.

Layanan ini berfungsi sebagai titik awal dalam mendeteksi kondisi kesehatan anak sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah serius.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa keberadaan posyandu memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan masyarakat di tingkat paling bawah, yaitu lingkungan rukun warga.

“Dengan hadirnya posyandu, kita bisa mengetahui sedini mungkin kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terkecil, yaitu di tingkat RW,” katanya dikutip Sabtu (18/04/2026).

Ia menambahkan bahwa sistem berbasis komunitas seperti posyandu memungkinkan intervensi lebih cepat dan tepat sasaran.

Fokus Tidak Hanya pada Campak, Tapi Semua Aspek Kesehatan

Supian menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada satu jenis penyakit tertentu, melainkan seluruh aspek kesehatan balita secara komprehensif.

“Sebetulnya bukan hanya campak, tetapi seluruh aspek kesehatan balita menjadi perhatian kami. Termasuk campak, pemberian vitamin, dan layanan kesehatan lainnya,” ujarnya.

Pendekatan ini mencerminkan strategi kesehatan yang lebih menyeluruh, di mana setiap indikator kesehatan anak diperhatikan, mulai dari imunisasi hingga pemenuhan gizi.

Dengan demikian, posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga pusat edukasi bagi orang tua dalam menjaga kesehatan anak.

Selain fokus pada penyakit umum, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan penanganan cepat, seperti kasus bibir sumbing dan langit-langit terbelah.

Menurut Supian, intervensi medis terhadap kondisi tersebut harus dilakukan dalam waktu yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal.

“Kami ingin hadir membantu masyarakat yang memiliki bayi dengan kondisi seperti bibir sumbing atau langit-langit terbelah. Penanganannya harus dilakukan secepat mungkin,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya batas usia dalam tindakan medis tersebut.

“Operasi bibir sumbing idealnya dilakukan maksimal pada usia tiga bulan, sedangkan untuk langit-langit terbelah maksimal pada usia satu tahun. Jika terlambat, hasilnya bisa tidak maksimal, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan,” ungkapnya.

Integrasi Program Kesehatan dan Dukungan Pemerintah

Penguatan posyandu juga terintegrasi dengan berbagai program kesehatan yang telah dijalankan pemerintah, termasuk penanganan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.

Supian menyebut bahwa berbagai program tersebut saling mendukung dalam menciptakan sistem kesehatan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Semua termasuk stunting, campak, dan lainnya. Kita ingin mendeteksi sejak dini, apalagi sekarang sudah ada program makan bergizi gratis dan layanan kesehatan gratis,” katanya.

Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.

Selain itu, integrasi layanan kesehatan dengan program sosial lainnya menjadi langkah strategis dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Supian juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, tidak hanya di sektor kesehatan tetapi juga aspek lainnya.

“Pemerintah harus selalu hadir untuk memberikan dukungan dan kebahagiaan bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan fisik, pendidikan, rumah layak huni, maupun sarana dan prasarana lainnya,” tuturnya.

Komitmen ini menjadi dasar dalam setiap kebijakan yang diambil, termasuk dalam penguatan layanan posyandu yang menjadi salah satu ujung tombak pelayanan publik di bidang kesehatan.

Dengan adanya fasilitas posyandu yang semakin diperkuat, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan dasar tanpa harus menempuh jarak yang jauh.

Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan posyandu juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, berbagai program kesehatan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata.

Supian berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membantu menciptakan generasi yang sehat serta berkualitas.

“Harapannya, program-program ini tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan begitu, kita bisa menciptakan generasi masa depan yang sehat, berpendidikan baik, dan tumbuh di lingkungan yang sehat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *