Bisnis Ayam Petelur Kian Dilirik, Begini Cara Cegah Bau Kandang
adainfo.id – Bisnis ayam petelur belakangan semakin diminati masyarakat karena dinilai memiliki peluang usaha yang stabil dan mampu memberikan pemasukan jangka panjang.
Tingginya kebutuhan konsumsi telur di masyarakat membuat usaha ternak ayam petelur terus bertahan meski kondisi ekonomi mengalami perubahan.
Selain memperoleh keuntungan dari hasil penjualan telur setiap hari, peternak juga masih bisa mendapatkan tambahan pemasukan dari penjualan ayam petelur ketika masa produksinya mulai menurun.
Namun di balik peluang usaha tersebut, persoalan bau kandang dan pengelolaan limbah masih menjadi kekhawatiran utama bagi masyarakat yang ingin memulai usaha ternak ayam petelur, terutama di kawasan perkotaan.
Salah satu pengurus peternakan ayam petelur di Cilodong, Kota Depok, Didi mengatakan kondisi kandang menjadi faktor paling penting untuk mencegah bau menyengat dari kotoran ayam.
“Jadi kalau kandang kering itu biasanya di bawah itu dikasih kapur dolomit sama rajin di semprot obat sih. Soalnya kalau kandangnya kering, enggak kena kebocoran air, biasanya enggak begitu bau, tapi kalau kandangnya basah, itu yang bikin bau,” ungkapnya dikutip, Jumat (15/05/2026).
Kandang Kering Jadi Kunci Utama
Menurut Didi, menjaga kandang tetap kering merupakan langkah utama agar peternakan ayam petelur tidak menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan sekitar.
Penggunaan kapur dolomit pada bagian bawah kandang dinilai efektif membantu mengurangi kelembapan sekaligus menekan aroma tidak sedap dari kotoran ayam.
Selain itu, penyemprotan rutin menggunakan obat atau cairan khusus juga dilakukan untuk menjaga kebersihan kandang dan mencegah berkembangnya bakteri penyebab bau.
Ia menjelaskan kandang yang bocor atau terlalu lembap menjadi penyebab utama munculnya aroma menyengat di area peternakan.
Karena itu, sistem sirkulasi udara dan kondisi atap kandang juga harus diperhatikan agar area ternak tetap kering sepanjang hari.
Menurutnya, jika pengelolaan kandang dilakukan dengan baik, usaha ayam petelur tetap bisa dijalankan meski berada tidak terlalu jauh dari kawasan permukiman warga.
Peternak Pemula Disarankan Mulai dari Skala Kecil
Didi menyarankan masyarakat yang baru ingin memulai usaha ternak ayam petelur agar tidak langsung memelihara ayam dalam jumlah besar.
Menurutnya, peternak pemula sebaiknya memulai dari kandang umbaran dengan kapasitas sekitar 50 hingga 100 ekor ayam agar lebih mudah dalam proses perawatan dan pengelolaan.
“Kalau memang punya lahan, bikin aja dulu yang kandang umbaran sekitar 50-100 ekor ayam dulu. Karena kalau 100 ekor juga lumayan tuh, per hari sudah bisa produksi maksimal 90 butir telur,” tambahnya.
Dengan jumlah tersebut, peternak pemula dinilai lebih mudah memahami pola makan, kesehatan, hingga produktivitas ayam petelur sebelum mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar.
Selain itu, modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha juga relatif lebih ringan sehingga risiko kerugian bisa ditekan.
Menurut Didi, usaha ayam petelur memiliki peluang pasar yang cukup stabil karena telur menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan digunakan hampir setiap hari.
Permintaan telur juga datang dari berbagai pelaku usaha kuliner seperti warung makan, toko kue, hingga restoran yang membutuhkan pasokan rutin setiap harinya.
Disarankan Memulai dari Bibit Ayam Kecil
Selain memulai dari jumlah kecil, Didi juga menyarankan peternak pemula memelihara ayam sejak usia kecil atau pitikan.
Menurutnya, ayam yang dipelihara sejak dini akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kandang sehingga produktivitas telur cenderung lebih stabil ketika memasuki usia bertelur.
Perawatan sejak kecil juga membantu peternak memahami kondisi kesehatan ayam secara lebih detail.
Mulai dari pola makan, pertumbuhan, hingga penanganan ketika ayam mengalami gangguan kesehatan tertentu.
Didi menilai usaha ternak ayam petelur relatif lebih mudah dibandingkan beberapa jenis ternak lainnya karena konsumsi pakannya lebih terukur.
“Kalau melihara ayam tuh enaknya, kalau udah kita ngasih makan pagi doang, jadi sampe sore udah gak ngasih makan lagi. Kalau pun habis begini, udah biarin, karena emang udah takeran dia segitu. Kalau kelebihan juga enggak bagus buat ayamnya,” jelasnya.
Menurutnya, pemberian pakan yang sesuai takaran justru membantu menjaga kondisi ayam tetap sehat dan tidak mengalami gangguan produksi telur.
Peluang Bisnis Jangka Panjang
Usaha ayam petelur dinilai memiliki prospek jangka panjang karena kebutuhan telur di masyarakat cenderung stabil bahkan terus meningkat.
Selain untuk konsumsi rumah tangga, telur ayam juga menjadi bahan utama berbagai usaha makanan dan minuman sehingga permintaan pasar terus tersedia.
Jika perawatan kandang dan kesehatan ayam dilakukan secara konsisten, hasil penjualan telur dapat menjadi sumber pemasukan rutin bagi peternak setiap harinya.
Karena itu, bisnis ayam petelur dinilai cocok dijadikan usaha mandiri bagi masyarakat yang memiliki lahan dan ingin mengembangkan usaha dari sektor peternakan.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap usaha peternakan, pengelolaan kandang yang baik dan pemahaman dasar mengenai perawatan ayam menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas sekaligus kenyamanan lingkungan sekitar.












