Upaya Penghijauan di Depok, Tabebuya Ditanam pada Ruas Jalan Utama
adainfo.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melakukan penanaman pohon tabebuya di kawasan Jalan Margonda Raya sebagai bagian dari Gerakan ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah, guna mempercantik sekaligus meningkatkan penghijauan pada jalur utama Kota Depok.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang hijau di tengah padatnya aktivitas perkotaan, khususnya di salah satu ruas jalan paling vital yang menjadi pusat mobilitas masyarakat.
Penanaman pohon tabebuya di separator Jalan Margonda Raya bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas udara dan estetika kota.
Jalan Margonda Raya dikenal sebagai salah satu jalur utama dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya polusi udara serta berkurangnya ruang terbuka hijau.
Melalui program penghijauan ini, pemerintah berupaya menghadirkan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan keberlanjutan lingkungan.
Pemilihan pohon tabebuya juga bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi lingkungan perkotaan serta mampu memberikan nilai estetika tinggi melalui bunga berwarna cerah yang mekar secara musiman.
Teknologi Penanaman Jadi Solusi Keterbatasan Lahan
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, menjelaskan bahwa penanaman dilakukan dengan metode khusus untuk mengatasi keterbatasan lahan di area separator jalan.
“Penanaman tabebuya ini menggunakan zeolit, tanah baru dengan kandungan zat hara tinggi. Serta, rekayasa sistem ember agar unsur hara tetap terkonsentrasi dan mendukung pertumbuhan pohon,” jelasnya dikutip Kamis (16/04/2026).
Metode ini dinilai sebagai inovasi dalam penghijauan perkotaan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan ruang tanam serta kondisi tanah yang kurang mendukung.
Penggunaan zeolit membantu menjaga kelembapan tanah sekaligus meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap unsur hara.
Sementara itu, sistem rekayasa ember berfungsi sebagai wadah yang menjaga nutrisi tetap tersedia bagi akar tanaman.
Dengan pendekatan ini, diharapkan pohon tabebuya dapat tumbuh optimal meskipun ditanam di lingkungan yang tidak ideal secara alami.
DLHK Kota Depok tidak bekerja sendiri dalam merealisasikan program ini.
Koordinasi dengan akademisi dilakukan untuk menemukan solusi efektif dalam penanaman pohon di area yang sebelumnya dianggap sulit.
Sakti mengungkapkan bahwa selama ini separator Jalan Margonda menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan ruang serta biaya penanaman yang relatif tinggi.
Namun, melalui kajian bersama akademisi, ditemukan metode rekayasa pertanahan yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas hasil penanaman.
Pendekatan berbasis riset ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik dapat menghasilkan solusi inovatif dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.
Selain meningkatkan efektivitas program, kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan teknologi ramah lingkungan yang dapat diterapkan di wilayah lain.
Gerakan ASRI Dorong Kota Depok Lebih Hijau dan Nyaman
Gerakan ASRI yang diusung dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Program ini tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga mencakup aspek kebersihan, keindahan, serta keamanan lingkungan.
Penanaman pohon menjadi salah satu langkah awal dalam mewujudkan visi tersebut, dengan harapan dapat memberikan dampak positif secara ekologis maupun sosial.
Selain meningkatkan kualitas udara, keberadaan pohon di sepanjang jalan juga dapat membantu menurunkan suhu lingkungan serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.
Sakti menegaskan bahwa upaya penanaman pohon ini tidak hanya bertujuan memperindah kawasan, tetapi juga memberikan manfaat ekologis yang berkelanjutan.
“Semoga upaya yang kami lakukan ini tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga memberikan manfaat ekologis serta mendukung terwujudnya Kota Depok yang lebih asri dan berkelanjutan,” paparnya.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin kompleks.
Dengan menghadirkan ruang hijau di tengah kawasan padat, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program penghijauan seperti ini juga menjadi indikator penting dalam pembangunan kota berkelanjutan, di mana aspek lingkungan menjadi salah satu prioritas utama selain pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur.
Ke depan, inisiatif serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai wilayah lain di Kota Depok, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.












