Warga Ceritakan Detik-Detik Atap Teras Rumahnya Ambruk Saat Hujan Lebat di Depok
adainfo.id – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Depok pada Selasa (14/04/2026) sore, menyebabkan atap teras rumah warga di Gang Langgar, RT 02 RW 04, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, ambruk hingga mengalami kerusakan parah.
Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut dan diduga mengakibatkan bagian teras rumah tidak mampu menahan terpaan angin kencang
Pemilik rumah, Muhammad, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat saat hujan lebat mengguyur disertai angin kencang yang cukup kuat.
“Kejadian pas hujan besar ya. Hujan angin besar sekali, tiba-tiba kayak bunyi gemuruh gitu. Kita kebetulan lagi di dalam, pas keluar, teras kita sudah hancur,” ujar Muhammad saat dikonfirmasi Selasa (14/04/2026) malam.
Peristiwa ini mencerminkan meningkatnya potensi risiko kerusakan bangunan akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.
Dalam beberapa waktu terakhir, intensitas hujan tinggi disertai angin kencang kerap terjadi secara tiba-tiba.
Kondisi tersebut membuat bangunan dengan struktur yang tidak cukup kuat menjadi lebih mudah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan teras.
Tidak Ada Korban, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah
Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah berada di dalam ruangan saat peristiwa berlangsung, sehingga terhindar dari reruntuhan bangunan yang ambruk di bagian luar.
“Alhamdulillah korban nggak ada, soalnya posisi saat itu lagi ada di dalam semua,” kata Muhammad.
Keberadaan penghuni di dalam rumah saat kejadian menjadi faktor penting yang menghindarkan potensi korban.
Jika kejadian terjadi saat penghuni berada di area teras, risiko cedera bahkan korban jiwa bisa saja terjadi.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang terjadi pada rumah tersebut cukup signifikan.
Muhammad memperkirakan kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah, mengingat kerusakan tidak hanya terjadi pada bagian atap, tetapi juga struktur bangunan lainnya.
“Kalau menurut saya bisa puluhan juta ini ya. Soalnya hancur, terasnya hancur total sama tembok-tembok,” ungkap Muhammad.
Kerugian material ini menjadi beban tersendiri bagi warga terdampak, terutama dalam upaya perbaikan rumah agar kembali layak huni.
Respons Cepat dan Bantuan Darurat
Pemerintah setempat langsung merespons kejadian tersebut dengan turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta memberikan bantuan awal kepada warga terdampak.
Aparat kelurahan bersama lurah setempat datang ke lokasi pada hari yang sama untuk memastikan kondisi korban serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan.
“Respons dari pemerintah cukup cepat. Tadi sore pihak kelurahan dan Pak Lurah sudah langsung datang ke sini,” tutur Muhammad.
Selain itu, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Dinas Sosial Kota Depok juga turut memberikan bantuan darurat, terutama dalam bentuk logistik makanan bagi warga terdampak.
Ari Triyana yang merupakan bagian dari Bidang Operasional Tagana sudah turun langsung untuk memberikan bantuan terhadap penghuni rumah.
“Kami berikan sejumlah bantuan, di antaranya makanan. Jadi lebih kepada bantuan ke pegungsinya,” ucap Ary.
Terkait perbaikan rumah yang rusak, prosesnya akan dilakukan melalui mekanisme pengajuan dari pihak kelurahan kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok.
Langkah ini diperlukan agar bantuan perbaikan dapat diberikan sesuai dengan prosedur yang berlaku serta memastikan penanganan dilakukan secara tepat sasaran.
“Kalau bantuan perbaikan rumah biasanya melalui proses pengajuan dari kelurahan ke Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim),” ungkap Ary.
Proses ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga mencakup upaya pemulihan jangka menengah melalui perbaikan infrastruktur rumah warga.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah perkotaan dengan kepadatan bangunan yang tinggi.












