Halal Bihalal Warga Depok Utara Jadi Ajang Serap Aspirasi
adainfo.id – Warga RT 04 RW 07 Depok Utara, Kecamatan Beji, Kota Depok memanfaatkan momentum halal bihalal sebagai forum menyerap aspirasi lingkungan, dengan persoalan drainase yang dinilai semakin mendesak menjadi perhatian utama.
Kegiatan yang dihadiri puluhan warga tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Hari Raya, tetapi juga berkembang menjadi ruang diskusi terbuka terkait berbagai persoalan yang dihadapi lingkungan setempat.
Forum tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan sekaligus harapan terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai mulai mengalami penurunan kualitas seiring usia kawasan permukiman yang telah mencapai puluhan tahun.
Ketua RT 04, Haryo Wijoseno, menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan.
Menurutnya, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menyampaikan arah program kerja lingkungan ke depan.
“Sebetulnya poin dari halal bihalal ini pertama mengajak seluruh warga RT 04 untuk bersyukur atas kesempatan bisa berkumpul bersama. Kedua, saya menyampaikan pesan kebersamaan dan kerukunan antarwarga serta mempererat silaturahmi. Terakhir, saya juga menyampaikan program kerja di lingkungan RT 04 yang akan dimulai pada awal Mei 2026 mendatang,” ujar Haryo, Selasa (21/04/2026).
Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif warga menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan sekaligus menyelesaikan persoalan yang muncul di lingkungan.
Kehadiran sekitar 60 warga dalam kegiatan tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal mereka.
Sinergi Warga dan Kelurahan
Kegiatan halal bihalal tersebut juga dihadiri oleh Lurah Beji, Samsu Sadikin, yang turut memberikan sambutan kepada warga.
Kehadiran pihak kelurahan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah.
Kolaborasi antara warga dan pemangku kebijakan dianggap sebagai langkah strategis dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan lingkungan, termasuk infrastruktur dasar seperti drainase.
Dalam konteks ini, komunikasi yang terbuka antara warga dan pemerintah menjadi faktor penting agar aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara konkret.
Warga berharap kehadiran pemerintah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diikuti dengan langkah nyata dalam menangani permasalahan yang ada.
Selain kegiatan halal bihalal, warga RT 04 RW 07 dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan sepanjang tahun.
Kegiatan tersebut meliputi arisan bulanan, kajian keagamaan, serta layanan kesehatan masyarakat seperti posyandu dan posbindu.
“Seperti biasa kegiatannya ada arisan bulanan ibu-ibu RT 04, lalu ada kajian islami setiap hari Rabu sore, juga kegiatan sosial di posyandu dan posbindu. Terakhir, kalau ada warga yang sakit pasti kita kunjungi,” jelasnya.
Aktivitas sosial tersebut dinilai mampu memperkuat kohesi sosial antarwarga sekaligus menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling peduli.
Kebiasaan saling mengunjungi warga yang sakit juga menjadi bentuk nyata solidaritas sosial yang terus dijaga di lingkungan tersebut.
Drainase Menua Jadi Sumber Permasalahan
Meski hubungan sosial warga terbilang baik, persoalan infrastruktur masih menjadi tantangan utama yang harus dihadapi.
Haryo mengungkapkan bahwa drainase menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan oleh warga.
“Keluhan pasti selalu ada, tapi sejauh ini Alhamdulillah tidak ada keluhan warga terkait kinerja kami. Namun ada keluhan terkait saluran air atau drainase yang selalu menjadi hambatan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi drainase yang sudah berusia puluhan tahun menjadi faktor utama terjadinya gangguan aliran air.
Selain itu, endapan tanah yang berasal dari proyek lama juga memperburuk kondisi saluran tersebut.
“Selain karena kondisi fisik drainase yang sudah cukup tua, bisa dibilang seumuran dengan berdirinya komplek ini yang sudah berumur 47 tahun, permasalahan juga terjadi karena adanya endapan tanah yang tertimbun sejak adanya proyek penggalian gas alam,” paparnya.
Kondisi tersebut menyebabkan aliran air menjadi tidak lancar, terutama saat curah hujan tinggi, yang berpotensi memicu genangan di sejumlah titik.
Harapan Warga terhadap Perbaikan Infrastruktur
Melalui forum halal bihalal, warga berharap adanya perhatian lebih serius terhadap perbaikan infrastruktur lingkungan, khususnya drainase yang menjadi kebutuhan mendesak.
Selain mengandalkan dukungan pemerintah, warga juga berkomitmen untuk menjaga kekompakan dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada.
“Saya berpesan kepada warga bahwa kebersamaan, kekompakan, dan keguyuban yang sudah terbangun sejak puluhan tahun di lingkungan RT 04 menjadi modal utama kita dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, saling menghormati, dan saling melindungi satu sama lain,” tutupnya.
Kekompakan tersebut diharapkan mampu menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan positif di lingkungan.
Sekaligus juga untuk mempercepat realisasi perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan warga.












